Seorang Presiden berkata kepada tukang sapu di istana,
"Coba buat sebuah kejutan padaku, dan kemudian buat 
pula permintaan maaf atas kejutan itu yang jauh lebih 
mengejutkan lagi".
Begitulah, beberapa hari kemudian Sang Presiden sedang berdiri 
di jendela Istana, memandang keindahah taman di bawahnya. 
Dengan berjingkat-jingkat si tukang sapu mendekat lalu mencubit pantat
Sang Presiden.
"Hei, gila, apa-apaan ini !" teriak Presiden dengan sangat terkejut.
"Oh, maaf, bapak Presiden, " sahut si tukang sapu. "Tadinya saya sangka 
Bapak adalah Ibu Negara ....  ".
<PIXTEL_MMI_EBOOK_2005>26                                                          </PIXTEL_MMI_EBOOK_2005>